Pemkab Sidoarjo Kuatkan Kapasitas Wartawan Sekaligus Ajak Tuntaskan Permasalahan Sampah Sungai, Pemkab Sidoarjo Gelar Sidoarjo Culture In Harmony, Ajak UMKM Lokal Majukan Ekonomi Kreatif Sidoarjo dan Gelorakan Sidoarjo Bebas TBC 2030, Bupati Subandi Pimpin Kampanye Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TBC di Alun-alun
(106 Views) November 10, 2025 6:02 pm | Published by mediaelangnusantara.net | Comments Off on Pemkab Sidoarjo Kuatkan Kapasitas Wartawan Sekaligus Ajak Tuntaskan Permasalahan Sampah Sungai, Pemkab Sidoarjo Gelar Sidoarjo Culture In Harmony, Ajak UMKM Lokal Majukan Ekonomi Kreatif Sidoarjo dan Gelorakan Sidoarjo Bebas TBC 2030, Bupati Subandi Pimpin Kampanye Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS) TBC di Alun-alun
ELANGNUSANTARA, SIDOARJO – 152 orang wartawan Sidoarjo diajak Kunjungan Kerja/Kunker ke Yogyakarta. Disana, Pemkab Sidoarjo tidak hanya ingin menguatkan kapasitas mereka. Namun dari sana, mereka akan diajak untuk menuntaskan permasalahan sampah sungai di Sidoarjo. Oleh karenanya Kali Code menjadi tempat Kunker Insan Pers di Yogyakarta yang digelar selama tiga hari itu, 5-7 November 2025.
Hari pertama dan kedua dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme wartawan. Mereka diberikan wawasan dalam menghadapi dinamika dunia jurnalistik yang semakin digital, cepat dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Hal itu sesuai tema yang diambil Dinas Kominfo Sidoarjo pada Kunker Insan Pers tahun ini, yakni “Dari Wartawan untuk Wartawan: Jurnalisme Adaptif dan Inovasi Digital untuk Pelestarian Lingkungan”.
Kegiatan yang dilakukan di Balroom Hotel Royal Darmo Yogyakarta tersebut menghadirkan tiga narasumber. Antara lain Ketua Komisi Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga, dan Infrastruktur Dewan Pers Dr. Rosarita Niken Widiastutik, Plt. Direktur Ekosistem Media Kementerian Komdigi Farida Dewi Maharani serta Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih.
Setelah itu dilakukan diskusi tematik antar wartawan. Seluruh ketua organisasi wartawan di Kabupaten Sidoarjo dihadirkan. Antara lain ketua PWI, ketua JOSS, ketua FORWAS, ketua IJTI, ketua AJS, ketua AWOS, ketua SWI serta ketua PWDPI dan ketua KJJT. Diskusi tersebut tidak hanya untuk memperkuat kolaborasi antar wartawan serta antara insan pers dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo saja. Namun lewat kegiatan itu mereka diajak membangun Kabupaten Sidoarjo semakin maju dan berkembang.
Plt. Kepala Dinas Kominfo Sidoarjo Eri Sudewo mengatakan tugas wartawan tidak hanya menyampaikan pemberitaan saja. Namun juga dapat sebagai agen perubahan sosial. Salah satunya dengan mendukung pelestarian lingkungan. Oleh karenanya mereka sengaja diajak studi kasus di Kali Code Yogyakarta.
“Melalui studi kasus di Kali Code kali ini akan memberikan inspirasi dan praktik baik tentang jurnalisme lingkungan,”ucapnya.
Eri juga menyampaikan bahwa studi kasus Kali Code Yogyakarta kali ini adalah langkah nyata untuk belajar pengelolaan lingkungan berbasis komunitas. Ia melihat peran komunitas terhadap kasus Kali Code terbukti mampu mengubah kawasan kumuh menjadi ruang hidup yang lestari dan humanis. Hal itu yang nantinya diharapkan dilakukan komunitas wartawan Sidoarjo di Kabupaten Sidoarjo.
“Saya berharap pengalaman ini menjadi inspirasi rekan-rekan wartawan Sidoarjo untuk melahirkan karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga menggerakkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan,”harapnya.
Ia juga berharap melalui kegiatan kali ini insan pers Kabupaten Sidoarjo dapat memperoleh pengalaman baru dan membawa pulang inspirasi untuk mengembangkan praktik jurnalisme yang berdaya guna, adaptif, dan berwawasan lingkungan.
“Semoga kegiatan kunjungan kerja ini memberikan manfaat nyata bagi insan pers dan turut berkontribusi pada pembangunan Sidoarjo yang informatif, inovatif dan lestari,”harapnya.
Sementara itu pemerhati Kali Code Harris Syarif mengatakan bahwa tidak mudah mengubah wajah Kali Code. Dahulu kondisi Kali Code sangat kotor. Bahkan saking kotornya pernah dijuluki sebagai WC terpanjang didunia.
“Alhamdulillah kami dari pemerhati Kali Code berinisiasi memberikan edukasi masyarakat, masyarakat kami edukasi untuk tidak membuang sampah sembarangan, salah satu caranya kami arahkan rumah warga untuk langsung menghadap sungai yang menjadi halaman rumahnya, mereka akan malu jika terasnya kok banyak sampah,”ucapnya.
Harris juga bersyukur upaya mengubah wajah Kali Code mendapat dukungan kelompok masyarakat. Seperti dukungan dari kelompok Bank Sampah maupun kelompok Tani serta komunitas reptil.
Menurutnya kelompok-kelompok masyarakat seperti ini memiliki andil besar terhadap perubahan Kali Code. Semisal yang dilakukan Kelompok Bank Sampah Masyarakat Jogja Sejahtera atau Mas JoS. Kelompok tersebut tidak hanya mampu mengolah sampah Kali Code menjadi produk bernilai ekonomis. Namun mereka juga ikut melakukan kegiatan bersih-bersih bantaran Kali Code setiap pekannya.
Begitu pula yang dilakukan Kelompok Tani Teras Hijau yang berhasil mengubah bantaran Kali Code tampak asri. Kelompok tani itu juga mampu menghidupkan perekonomian warga Kali Code lewat program budidaya pertanian sayur dan jagung serta budidaya ikan lele.
“Disini juga ada komunitas reptil, mereka mampu membuat warga Kali Code merasa aman dari keberadaan satwa liar seperti ular maupun biawak karena disini sering ditemui ular kobra maupun piton,”ucapnya.

Festival Sidoarjo Culture in Harmony digelar meriah di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu malam (8/11). Acara yang dihadiri langsung oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, tersebut juga dihadiri ratusan masyarakat.
Turut hadir juga Ketua Dekranasda sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, dr. Hj. Sriatun Subandi, Kapolresta Sidoarjo, Dandim 0816/Sidoarjo, jajaran Forkopimda, pejabat OPD, camat beserta istri, organisasi wanita, serta para pelaku UMKM.
Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun Sidoarjo melalui harmoni budaya dan inovasi ekonomi.
Dalam sambutannya, Bupati Subandi menyampaikan bahwa Sidoarjo Culture in Harmony bukan sekadar pameran budaya, tetapi wujud nyata upaya menyatukan warisan tradisional dengan kreativitas modern.
“Sidoarjo memiliki kekayaan budaya luar biasa, mulai dari motif batik khas, kuliner tradisional, hingga berbagai kerajinan lokal. Ini bagian dari identitas kita yang harus dijaga dan dikembangkan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga harmoni budaya. “Kita ingin budaya Sidoarjo tidak hanya dikenang, tetapi juga dibanggakan oleh generasi muda. Kreativitas modern harus berjalan seiring dengan nilai-nilai tradisi,” tambahnya.
Bupati Subandi turut mendorong Dekranasda dan para pelaku UMKM lokal untuk terus berinovasi serta menjadikan budaya sebagai inspirasi produk unggulan daerah.
“Mari kita gunakan produk kita sendiri. Kalau semua masyarakat bangga memakai batik Sidoarjo, Insya Allah ekonomi kreatif kita tumbuh pesat,” tegasnya.
Ketua Dekranasda Kabupaten Sidoarjo, dr. Hj. Sriatun Subandi, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Festival Sidoarjo Culture in Harmony 2025. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung acara tersebut.
Sriatun Subandi menambahkan, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan potensi unggulan daerah serta melestarikan budaya lokal Sidoarjo. Ia juga mengajak seluruh tamu undangan untuk mendukung produk-produk UKM lokal dengan berkunjung ke stan pameran yang telah disiapkan.
“Saya mohon dan sangat harus mampir ke beberapa stan yang sudah disiapkan,” ucapnya.
Sebagai sosok berlatar belakang pengusaha, Bupati Subandi menegaskan bahwa kegiatan seperti ini harus berdampak nyata.
“Saya lahir dari dunia entrepreneur. Jadi kegiatan ini jangan hanya seremonial, tapi langkah konkret membangkitkan ekonomi melalui Dekranasda dan UMKM,” tandasnya.
Beragam kegiatan disajikan dalam festival tersebut, di antaranya Panggung Seni Budaya, Line Dance, Parade Fashion Wonderland Sidoarjo, hingga Fashion Show Duta Batik Jawa Timur. Setiap penampilan menampilkan kreativitas dan kearifan lokal yang menjadi ciri khas Kabupaten Sidoarjo.
Sementara itu, para pemenang salah satu Lomba Fashion Show diraih oleh :
Juara I Ibu Nurita Kabupaten Pasuruan
Juara II Ibu Okiyah Kabupaten Kediri
Juara III Ibu Fenny Kabupaten Pasuruan.
Bupati Sidoarjo, H. Subandi, membuka secara resmi Kampanye Penuntasan Tuberkulosis (TBC) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo di Alun-alun Sidoarjo, Minggu (9/11/2025).
Acara yang dihadiri oleh seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Sidoarjo ini bertujuan menggalakkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi TBC, sejalan dengan target Sidoarjo Bebas TBC pada tahun 2030.
Mengusung tema “Temukan Obati Sampai Sembuh” (TOSS), kampanye ini difokuskan untuk mengajak masyarakat agar lebih proaktif dalam mendeteksi dan mengobati TBC.
Acara ini dibuka untuk masyarakat umum dan menyediakan berbagai layanan kesehatan gratis. Warga yang hadir antusias memanfaatkan fasilitas screening gratis TBC dan pengecekan gula darah. Selain itu, kegiatan juga dimeriahkan dengan senam bersama yang bertujuan untuk mengkampanyekan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dalam mencegah penyakit.
Dalam sambutannya, Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan bahwa TBC masih menjadi persoalan serius yang dihadapi bangsa Indonesia, tidak terkecuali di Sidoarjo. Ia mendorong masyarakat untuk tidak lagi takut atau malu melakukan pemeriksaan TBC dan meyakinkan bahwa TBC bisa disembuhkan asalkan pasien disiplin menjalani pengobatan yang teratur.
“Penyakit TBC masih menjadi persoalan serius bagi bangsa kita. Oleh karena itu, masyarakat Sidoarjo jangan takut untuk melakukan pemeriksaan TBC,” ujar H. Subandi.
Bupati H. Subandi menilai kampanye ini merupakan langkah awal yang krusial agar masyarakat semakin paham dan peduli terhadap bahaya serta penularan TBC.
“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyediakan layanan pemeriksaan dan pengobatan TBC secara gratis. Masyarakat hanya perlu mendatangi puskesmas atau rumah sakit terdekat,” jelasnya.
Lebih lanjut, H. Subandi menekankan bahwa gerakan ini harus berkelanjutan dan bukan sekadar seremonial.
“Acara ini tidak hanya seremonial saja, tetapi ini adalah awal gerakan nyata. Gerakan untuk menjaga diri, keluarga, dan lingkungan kita. Marilah kita satukan langkah dan tekad untuk Sidoarjo bebas TBC pada tahun 2030,” seru Bupati.
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, melaporkan data terbaru mengenai progres penanganan TBC di Sidoarjo. Ia memaparkan bahwa capaian penanganan TB pada Triwulan 3 tahun 2025 sudah mencapai 93%.
“Capaian penemuan kasus TBC di Sidoarjo saat ini adalah 4.669 kasus (80%) dan angka keberhasilan (pengobatan) mencapai 84%. Serta investigasi kontak telah mencapai 57% dan telah diberi pengobatan TBC 33%,” rinci Lakhsmie. MAR
Click to open Menus