Hindari Macet Proyek Flyover JPL 64 Krian, Ini Jalur Alternatif yang Disiapkan Dishub Sidoarjo
(414 Views) September 21, 2022 9:38 pm | Published by mediaelangnusantara.net | Comments Off on Hindari Macet Proyek Flyover JPL 64 Krian, Ini Jalur Alternatif yang Disiapkan Dishub Sidoarjo
MEDIAELANGNUSANTARA.COM, SIDOARJO – Pembangunan Flyover JPL 64 Krian sudah dimulai konstruksinya. Rekayasa arus lalu lintas jalan Kyai Mojo dan jalan M. Yamin yang menjadi titik lokasi pembangunan tengah dilakukan Dinas Perhubungan Pemkab Sidoarjo. Oleh karenanya masyarakat diharap menghindari ruas jalan tersebut. Saat ini Jl Kyai Mojo ditutup separuh dan diberlakukan satu arah. Kendaraan yang datang dari arah Wonoayu diarahkan ke jalur alternatif Jl. Mpu Gandring.
Bupati Ahmad Muhdlor sudah menginstruksikan kepada Dinas Perhubungan Sidoarjo untuk menempatkan petugas guna mengatur dan memecah kemacetan. Ia juga minta adanya pemasangan rambu-rambu peringatan dibeberapa titik jalur utama yang biasa dilalui kendaraan. Terutama di pertigaan jalan. Rambu yang dipasang bertuliskan, Dilarang Melintas, Maaf Perjalanan Anda Terganggu, Jalur Alternatif, dan rambu lainnya sebagai penunjuk arah.
“Bagi masyarakat yang ingin melintas di Jl. Kyai Mojo dapat memilih jalur lain. Sementara ini masih ditutup separuh dan diberlakukan satu arah. Ada banyak jalur alternatif yang dapat dilewati,” ujar Gus Muhdlor. Rabu, (21/9/2022).
Putra KH. Agoes Ali Masyhuri itu juga menghimbau kepada masyarakat untuk mengikuti penujuk arah papan rambu-rambu yang dipasang Dishub. Karena jalur tersebut merupakan jalan alternatif yang disiapkan Dishub.
“Kami himbau kepada masyarakat mohon mengikuti papan rambu-rambu penunjukan arah yang ada. Gunakan jalur alternatif untuk kelancaran arus lalu lintas,” imbuhnya.
Jalur alternatif yang disiapkan Dishub Sidoarjo diantaranya; bagi kendaraan yang datang dari timur bisa melewati jalur alternatif Jl. Setiabudi, Jl. Basuki Rahmat, Jl. KH Dewantara dan Jl. Mpu Gandring.
Kemudian kendaraan yang datang dari arah utara bisa melewati jalur alternatif Jl. By Pass Krian, Jl. Mayjen Yuwono, Jl. Wahidin, Jl. KH Dewantara kemudian Jl. Mpu Gandring.
Sedangkan yang dari arah barat bisa melewati jalur alternatif Jl. Imam Bonjol, Jl. KH. Dewantara dan Jl. Mpu Gandring.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Sidoarjo, Dwitjahjo Mardisunu mengatakan, rekayasa arus lalu lintas dilakukan untuk memperlancar pengerjaan Flyover JPL 64 Krian. Pengalihan arus melihat tahapan pengerjaan pembangunan.
“Pengalihan arus saat masa konstruksi tahap 1 dan 2 pembangunan Flyover JPL 64 berbeda. Selain itu pengaturan pergerakan kendaraan juga mempertimbangkan jam-jam tertentu,” terang Sunu.
Selain penempatan petugas, lanjut Sunu, “pemasangan rambu-rambu peringatan adanya konstruksi proyek juga sudah terpasang ditiap pertigaan jalan alternatif,” pungkasnya. (Git/Ir).
[21.34, 21/9/2022] Sahala: Progres Frontage Road Waru, Gus Muhdlor Ajak Dialog Warga Bahas Relokasi Makam dan Masjid Desa Kedungrejo
KOMINFO,Sidoarjo – Pembangunan frontage road Waru-Buduran terus dikebut. Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menargetkan rampung pembangunannya pada Desember 2023. Percepatan pembangunan terus dilakukan agar ditahun 2024 jalan Frontage Road Waru-Buduran Lingkar Timur sudah bisa dilalui kendaraan. Saat ini Pemkab Sidoarjo sedang melakukan proses pembebasan lahan Makam dan Masjid di Desa Kedungrejo Waru.
Senin malam, (19/9/2022) putra KH. Agoes Ali Masyhuri pengasuh Ponpes Bumi Sholawat Lebo Sidoarjo itu turun meninjau Makam dan Masjid yang terdampak pembangunan jalan Frontage Waru.
Dalam kesempatan itu, Gus Muhdlor mengajak dialog warga Desa Kedungrejo Waru di masjid setempat, masjid Nurul Huda Kedungrejo. Kehadirannya tidak sendiri. Ia didampingi Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo serta Forkopimka Kecamatan Waru dan Kepala Desa Kedungrejo beserta perangkatnya.
Gus Muhdlor menyampaikan frontage road Waru-Buduran yang menjadi cita-cita bupati sebelumnya bakal terwujud. Proyek yang digagas tahun 2013 silam itu ditarget selesai tahun 2023. Saat ini progres pembangunannya sudah mencapai 60 persen. Meski begitu, ia meminta dukungan masyarakat sekitar pembangunan frontage road tersebut.
“Saya minta dukungan pembangunan frontage di wilayah Desa Kedungrejo agar berjalan lancar,”pintanya saat berdialog dengan warga Kedungrejo.
Gus Mudhlor juga menyampaikan meski digagas tahun 2013, namun progres pembangunan Frontage Road mulai berjalan tahun 2021. Saat dirinya menjabat bupati Sidoarjo. Tahun 2021 lalu progres pembangunannya sudah 31%. Akhir tahun 2022 ini diperkirakan progresnya mencapai 62%. Tinggal dari Deltasari sampai Lingkar Timur.
“Harapannya di tahun 2023, mulai dari Surabaya menyambung hingga SMAN 1 Sidoarjo. Hal ini tidak akan terkabul kalau bukan do’a dari panjenengan semua,”ungkapnya.
Gus Mudhlor juga menyampaikan relokasi masjid, yayasan serta makam warga Desa Kedungrejo akan dilakukan secepatnya. Dalam 3 sampai 4 bulan ini warga Kedungrejo diminta memastikan persetujuan tempat relokasi yang diajukan Pemkab Sidoarjo. Tempatnya disekitar pasar Kedungrejo. Kalau tahun ini warga Desa Kedungrejo mensetujuinya, Pemkab Sidoarjo akan mengeksekusi diawal tahun 2023.
“Saya tidak tahu yang disini ini berapa luasnya, tapi tempat relokasi yang di pasar itu seluas 1580 m2, saya rasa cukup. Saat ini sedang berada dalam tahap sertifikasi tanahnya. Nantinya bukan atas nama masyarakat namun atas nama takmir langsung,”ujarnya.
“Mari kita sukseskan proyek ini bersama, karena kalau bupati ijen ga iso. Nanti amal yang didapat juga untuk bersama. Karena proyek ini untuk kebutuhan bersama seluruh warga Sidoarjo,”tambahnya.
Dalam kesempatan itu Gus Mudhlor memberikan kesempatan warga Desa Kedungrejo menyampaikan aspirasinya. Aspirasi itu akan ditampungnya sebagai bahan masukan untuk membangun Kabupaten Sidoarjo lebih baik lagi. Ia meminta forum seperti ini dimanfaatkan dengan mengedepankan sopan santun. Saran masukan yang masuk akal kepada Pemerintah akan ia tindaklanjuti.
“Karena kita berkumpul disini untuk mencari solusi atau mencari satu instrumen kemajuan Sidoarjo kedepannya,”ujarnya.
Salah satu warga Desa Kedungrejo Aziz menyampaikan apresiasinya terhadap pembangungan Frontage Road. Ia senang dengan adanya proyek Frontage Road tersebut. Pasalnya akan menjadi solusi mengurai kemacetan di Kabupaten Sidoarjo.
Aziz juga menyampaikan harapannya mengenai relokasi masjid, yayasan, dan makam. Ia berharap Pemkab Sidoarjo memastikan tempat dan waktu relokasinya. Dengan begitu ia dan warga Desa Kedungrejo dapat mempersiapkan segala kebutuhan pemindahannya.
“Besar harapan kami agar masjid, yayasan, dan makam mendapatkan ganti tempat yang layak,”ungkapnya. (MARIA)
Click to open Menus